PORTAL KAJIAN ISLAM KONTEMPORER: Memadukan Wahyu dan Nalar Sehat Menuju Keseimbangan Hidup. "Banyak orang terjerumus karena menilai kebenaran dari SIAPA yang mengatakan, bukan dari APA yang dikatakan"

Oktober 28, 2018

LGBT di Mata PAN dan PPP












Dua sosok 'ulama sorban', terutama 'juragan tereak' Habib Riziek rupanya belum siuman dari mimpi panjang lebih dari 1 milenium yang lalu. Perlu dicatat bahwa ilmu fikih yang masuk ke Indonesia yang dipakai hingga hari ini sesungguhnya merupakan produk budaya Timur Tengah (khususnya bangsa Arab) yang bias gender (bias laki laki), atau dengan kata lain lelaki lebih dominan atas perempuan. Lalu di mana letak spirit Islam yang disebut mengangkat harkat dan derajat kaum perempuan dengan ilmu tafsir dan fikih semacam itu..?!

Inilah salah satu contoh aspek yang akan ditafsir kembali (reinterpretasi) dan dimaksudkan oleh Munawir Sadzali dan kawan-kawan yang belum terwujud keburu dipanggil Yang Maha Kuasa.



Ya ilah... 'bang Nain', si bapak mencak-mencak, karena senjata 'kuntonya' udah kebelet, akan tetapi 'sarungnya disembunyikan' sama perempuannya.
Seperti cerita wayang saja, dimana Gatotkoco yang sejak lahir di dalam perutnya tersimpan sarung senjata 'kunto' melawan adipati Karno sang pemilik senjata pamungkas 'kunto' (berbentuk tombak)


Fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dalam pandangan kedokteran dan biologi sesungguhnya sudah banyak dan sejak lama dibahas.Pada intinya, sebagai ilmu pengetahuan, biologi bebas nilai atau moral sehingga tidak ada kriteria baik dan atau buruk. Nilai menurut pandangan manusia bisa berbeda pada suatu tempat dan saat yang berbeda. Jadi dalam biologi, istilah tidak normal itu tidak
dikenal, sebagaimana halnya dengan rambut keriting atau rambut lurus. Keduanya hanyalah suatu varian. Sebagaimana juga mata sipit atau belok, kulit hitam, kulit putih, kulit merah, atau sawo matang. Secara mendasar identitas gender, jenis kelamin, dan orientasi seksual itu adalah tiga hal yang terpisah. Menurut biologi yang berorientasi pada kesejahteraan individu pada dasarnya tidak mengakui atau mempersoalkan tentang keadaan normal atau tidak normal. Hanya saja, suatu keadaan dinilai tidak normal ketika kemudian keadaan tersebut membuat orang gampang sakit atau gampang mati.

Selanjutnya, varian tersebut rupanya juga terjadi pada jenis kelamin dalam penafsiran biologi. Selama ini dunia menganggap bahwa jenis kelamin hanya dua, laki-laki dan perempuan. Padahal apa yang dipaparkan tersebut di atas secara keilmuan merupakan sebuah fakta. Sementara dalam pandangan theologis semua itu merupakan ciptaan Tuhan Sang Maha Pencipta. Memungkiri fakta tersebut sama artinya dengan mengingkari fakta ciptaan Tuhan. Sebagaimana pernyataan yang dilansir oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dalam menyikapi fenomena LGBT tampaknya lebih cenderung fatalistik seraya menegasikan dan memungkiri fakta theologis dan biologis sekaligus. Sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersikap dan berpandangan lebih theologis, realistis dan logis mengikuti perkembangan akal pemikiran dan ilmu pengetahuan dalam memahami fenomena tersebut. Sehingga langkah dan tindakannya kemudian tidak sekadar menghakimi, akan tetapi lebih afirmatif dan akomodatif guna menyusun kebijakan yang lebih bersifat solutif berjangka panjang.


Adapun peristiwa tentang diturunkan azab Tuhan atas umat nabi Luth as oleh sebab perilaku seks menyimpang diketahui oleh umat manusia jauh sesudahnya karena Tuhan sendiri yang memberitahukan dengan firmanNya melalui wahyu Alquran, bukan kata atau tafsir manusia. Secara garis besar Alquran menjelaskan bahwa azab Tuhan turun karena perilaku seks menyimpang tersebut dilakukan --menurut istilah kekinian-- secara massif, terstruktur dan sistemis.


وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِين* إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ


Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kalian mengerjakan perbuatan menjijikkan itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian?". Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada sesama jenis), bukan kepada wanita, tak lain kalian ini adalah kaum yang melampaui batas.

Surat Al-A'raf 80-81

Simak Juga:




Posting Komentar